SAHABAT KECIL PART 2
(THE FAREWELL)
Penggal kedua kisah sang guru muda (Lailatul Qadar)
Sabtu, 14 Mei 2011
,14.30 WIB
Hall Rafless city
hotel, Pantai panjang.
Saya terpaku
sendiri..lelah sekujur tubuh ini, dari kepala hingga ujung kuku jari kaki. Baru
saja melaksanakan rangkaian rundown perpisahan dan pelepasan siswa –siswi
angkatan 4 SMPIT Iqra’. Sahabat Kecil, Begitu saya menyebut mereka.
`Namun rasanya lelah
ini terbayar tunai oleh puasnya hati setelah acara. Acara berlangsung meriah,
Pilu, sendu dan sangat ber’hati’. Setelah hampir semingguan total berkutat
dengan segala persiapan pelaksanaan kegiatan ini bersama beberapa rekan
sekerja. Saya juga yakin, lelah yang mereka rasakan sama seperti yang saya
rasakan. Namun, semua tersenyum. Karena lunas sudah lelah ini hari ini.
Di ruangan Hall hanya
tersisa empat orang. Saya, Ustd Gopar, Ustadz GP, dan Ustadz Herizal. Beberapa
yang lain sudah pamit duluan. Saya hanya terpaku, membiarkan lelah ini rontok
sejenak, dan memandang deretan wajah close up di buku kenangan, lengkap dengan
semua komentar mereka.
Dalam duduk ini pun,
pikiran dan ingatan saya mundur beberapa bulan kebelakang. Ketika perjuangan
kami tim angkatan 4 dan segenap sahabat kecil sedang panas-panasnya,
menyongsong hari-hari terakhir di bulan- bulan terakhir kebersamaan.
Saya masih ingat,
betapa perjuangan siang malam yang kami lakukan, seakan tiada mengenal lelah
dan istirahat. Bahkan beberapa tercatat pernah roboh, dan sempat di opname
karena kelelahan fisik. Namun, itu tak menyurutkan semangat kami. Meski
terkapar sakit sejenak memberi warna hari-hari yang kami lalui.
Menatap wajah-wajah
dengan senyum terpasang di buku kenangan itu, membuat hati saya tersentuh.
Seakan ada nada melankolis mengalun mengiringi kesendirian siang ini.
Terlintas kembali
dipelupuk mata saya, wajah-wajah imut yang tiga tahun lalu menapakkan kaki nya
untuk pertama kali di sini, di istana hijau kampus SMPIT Iqra’ yang sempit,
namun selalu memberi rasa dan nuansa yang sangat luas.
Terkenang juga slide
bayangan-bayangan masa silam bersama mereka. Ketika saya juga pertama kalinya
menginjakkan kaki di Istana ini (baca SAHABAT KECIL di note terdahulu saya).
Satu persatu wajah mereka saya pandangi. Dan satu persatu pula cerita itu
seakan teruntai kembali didepan mata saya. Indah memang, seru, Lucu, gokil,
ramai, dan tak sedikit juga bagian melodramanya.
Ah, sudahlah.
Berlama-lama mengenang masa lalu justru bikin saya makin sendu saja.
Dalam note kali ini,
saya ingin menceritakan yang terjadi hari ini. Ini soal Acara Perpisahan
angkatan 4.perpisahan ku dengan para sahabat kecilku.
Mari kita mundur
sedikit ke beberapa jam sebelum saya duduk dan tenggelam dalam slideshow memory
bikinan otak saya yang sedang mellow.
Seperti saya sebutkan
diawal kisah ini, Hari ini, 14 Mei 2011, hari perpisahan bagi kami. Hari paling
indah, namun paling sendu juga. Indah karena hari ini saya merasa optimisme
yang semakin besar saat menatap wajah mereka satu persatu memakai pakaian jas
dan seragam ungu. Terlihat sangat jelas gambaran besar dan luasnya masa depan
mereka, disetiap raut wajah dan senyum mereka. Meski tak sedikit juga yang tak
mampu menahan banjir bandang airmata. Airmata kesenduan yang mengalir tulus
dari setiap manusia yang akan berpisah. Saya pun begitu juga.
Masih ingat di awal
acara kami berseloroh “ Hayo kita bikin nominasi Ustadz and Ustadzah yang
paling cepet nangis..!” “Hayo..SETUJU tadz”! begitu jawab mereka. Ketika itu
(pagi tadi), gurat- gurat kesedihan belum begitu jelas tergambar di wajah kami.
Masih bisa bercanda, dan sayapun masih bisa berteriak mengatur mereka supaya
tertib dibelakang tirai ruang ganti kostum.
Dan begitulah,
rangkaian mata acara pun dimulai. Saat Mereka bersama-sama menyanyikan lagu
mars kebanggaan angkatan 4, pelupuk mata
saya perlahan terasa hangat. Terharu, bangga, campur aduk jadi satu. Ini
pertanda akan sendu, begitu pikir saya.
Drama, puisi...
Dan pada bagian
Paduan Suara bernyanyi, saya tak sanggup lagi menahan haru. Tumpah sudah
butiran-butiran bening dari sudut mata saya, seperti air bah yang tak sanggup
ditahan oleh tembok beton bendungannya.Saya Menangis. Benar-benar menangis.
Tidak sekedar menitikkan air mata. Saya sesenggukan. Tangisan terdahsyat
setelah mabit terakhir bersama mereka. Saya tak sanggup lagi menahan bangga dan
haru di hati.
Bagaimana mungkin
saya tidak tersentuh, lagu-lagu yang mereka nyanyikan itu adalah lagu-lagu yang
sudah seperti OST (Original soundtrack) Angkatan 4. Lagu-lagu yang sangat
sering kami dengar dan bahkan nyanyikan bersama di sela-sela pembelajaran atau
di waktu luang kebersamaan. Yang bikin saya sempat agak malu, ternyata di
belakang tirai, beberapa tholibat telah menyiapkan kamera handphone dan
digital. Saya menangis, Dan Saya dipotret ketika sedang menangis!.
Kata mereka “ Yes,
pemenang guru paling cepat nangis sudah kita dapatkan!”... saya tersipu,
ternyata saya termakan omongan sendiri. Gagal sudah rencana untuk tetap sok
tegar dan sok kuat di depan mereka, seperti yang biasa saya lakukan selama ini.
Mereka malah tersenyum dan nyengir kuda, menawarkan tissue untuk menghentikan
isak tangis sesenggukan bagaikan anak
kecil yang meluap dari mulut, mata dan hidung saya.
Rasa haru semakin
menjadi saat lagu “Hymne Guru” melantun merdu dari mulut-mulut yang sering
mencandai saya, yang sering mengajak saya berkelakar dan berbual-bual. Sekali
lagi, Bangga dan terharu.
Namamu akan selalu hiduuppp.......dalam sanubariku......
Sbagai prasasti trimakasihku... tuk pengabdianmu...
................
Dan yang ini, semoga
sedikit hadirin yang menyadarinya, ketika membacakan nominasi penghargaan,
beberapa kali saya menarik air bah yang hampir tumpah di hidung dan mata saya.
Sangat bangga melihat mereka melangkah dan tersenyum mengangkat plakat
penghargaan yang didapat, mewakili semua teman dan sahabat nya yang sudah
sama-sama tinggal dihati saya. Disamping itu, saya masih berusaha mengumpulkan
kembali emosi yang sempat teraduk dan terisak sebelumnya.
Dan tibalah di bagian
yang paling menguras emosi dan ingatan. Slideshow berisikan photo dan lagu memory.
Ada sedikit cerita
tentang Slide memory ini. Isinya, tentu saja photo-photo angkatan 4. Saat
proses pembuatan video slidenya, saya sempat kebingungan memiilih photo mana
yang paling merefleksikan keceriaan dan kebersamaan angkatan 4. Bukan karena
stock photonya yang terlalu sedikit, Tapi sebaliknya. Sangat Banyak. Bayangkan,
total photo dan video yang didokumentasikan dari angkatan 4 mencapai hampir 24
GigaByte. Banyakkan?.. Namun sayang, sangat sedikit dokumentasi ketika kelas 7.
Untungnya beberapa photo kelas 7 cukup representatif.
Kembali ke bagian
sendunya. Alunan Kiss The Rain nya Yiruma Berbalut Seuntai Pesan perpisahan
dibacakan Ilham dan Rara membuat nuansa sendu makin menjadi. Dan
sepertinya memang, saya spesialis menelurkan karya-karya sendu, lihat saja
puisi ini.., dengan segala feel perpisahan, saya berhasil menuliskan bait-bait
yang tidak nyastra di bawah ini untuk mereka tampilkan.
SEUNTAI
PESAN PERPISAHAN
Sahabat..masih ingatkah kau..
Tiga tahun yang lalu...
Ketika kaki mungil kita dengan lugunya ..
Menginjakkan tapak di gerbang istana ini..
Ketika Hati kita berkata
Ini rumah kedua bagiku
hari demi hari kita lukis....
Dengan diorama senyum..,,tawa,...bahagia..
Dan lembar kelam pertengkaran kecil...
Hingga airmata menganak sungai di wajah-wajah
lucu kita....
Masih ingatkah kau...
Ketika kita dengan manjanya bergelayut dipundak
guru-guru kita..
Ketika dengan gagahnya kita mendebat
ide
besar pemikiran mereka..
Yaa,, ketika itu kita masih lugu..masih anak
kecil..
Sahabat....
Hari ini aku juga ingin kau ingat..
Bagaimana dengan sabarnya...
Mereka..para guru kita..
pelita hati
dan jiwa....
Menghadapi segala tingkah polah kita..
Menyelesaikan segala permasalahan ...
Menampung semua keluh ...
Dan satu lagi..,ketika kita mulai mengenal
cinta...
Mereka dengan indahnya mengarahkan kita...
Agar langkah kita tidak tersesat..
Pada apa yg kita sebut cinta..
Hari ini, 14 mei 2011
Aku yakin...semua berusaha menahan buncah
airmata..
Karena ternyata sunnatullah didepan mata
PERPISAHAN..
Ya, perpisahan..
Berat memang rasanya.. .
Masih begitu sayang kita pada istana hijau
itu
Sungguh sangat cinta kita pada wajah-wajah tulus mereka..
Namun...karena cinta yang sesungguhnya itulah
...
KITA HARUS PERGI...
Kawan.... bening airmata ini.
Tak kuasa kubendung lagi..
Ingin rasanya lebih lama hati...
Merajut
menguntai hari...
Lumrah saja bersedih kawan..
Sangat manusiawi berduka rasa..
Namun Tak perlu ragu ...
Bukankah mereka ada dihati kita..
Bukankah doanya selalu menemani setiap helai
nafas kita..
Tak perlu ragu... tak perlu gelisah...
Buang semua gundah...
Pergi dan kembalilah dengan cinta....
Sahabat...bundo...,kakak...,bapak...emak,...
Ustadz dan ustadzah...
Untaian indah kisah kita..telah membuktikan
bahwa...
KITA UNTUK SLAMANYA....
Dan satu lagi, Bagian yang membuat tampilan
slideshow makin manis dan menyentuh, Lantunan Suara dari trio FAY (Fadhil,
Adnan, Yafie) membawakan Lagu Sherina “Lihatlah lebih dekat” sebagai back sound
slideshow.
Cerita dibalik munculnya lagu ini di panggung
perpisahan: saya sangat suka dengan perpaduan suara yafie, adnan dan fadhil,
perpaduan rasa, tekhnik vokal, dan kemerduan.
Suara adnan yang bagus serta tekhnik vocal nya yang cukup matang, warna
dan kharakteristik suara tipis, unik nan
tinggi milik yafie, serta suara renyah tenor milik fadhil, menjadikan saya
sangat tertarik membawa mereka untuk rekaman di studio. Dan jadilah, beberapa
hari sebelum perpisahan, saya melatih mereka, dan menemani mereka Rekaman di
Sehati FM, radio yang kebetulan milik keluarga Adnan.
Kontan, indahnya alunan nada perpisahan dari
mereka bertiga menuai pujian dan rasa bangga dari banyak rekan, sahabat, orang
tua, dan penonton. Ah.., andai saja di jakarta, mungkin kondisinya akan jauh
berbeda, mungkin mereka trio penyanyi terkenal, mengalahkan Smash (ngayal mode:On saya kumat hehehe).
Gemuruh tepuk tangan terdengar memenuhi ruang
hall Rafless city hotel, seiring dengan fading
outnya Suara mereka bertiga di akhir lagu. Masih, BANGGA.
Ini lirik lagunya..
Lihat lah lebih dekat
Hatiku sedih
Hatiku gundah
Tak ingin pergi berpisah
Hatiku bertanya
Hatiku curiga
Mungkinkah kutemui kebahagiaan seperti di sini
Sahabat yang selalu ada
Dalam suka dan duka
Sahabat yang selalu ada
Dalam suka dan duka
Tempat yang nyaman
Kala ku terjaga
Dalam tidurku yang lelap
Pergilah sedih
Pergilah resah
Jauhkanlah aku dari
Salah prasangka
Pergilah gundah
Jauhkan resah
Lihat segalanya lebih dekat
Dan 'kubisa menilai lebih bijaksana
Mengapa bintang bersinar
Mengapa air mengalir
Mengapa dunia berputar
Lihat segalanya lebih dekat
Dan 'kuakan mengerti
Hatiku gundah
Tak ingin pergi berpisah
Hatiku bertanya
Hatiku curiga
Mungkinkah kutemui kebahagiaan seperti di sini
Sahabat yang selalu ada
Dalam suka dan duka
Sahabat yang selalu ada
Dalam suka dan duka
Tempat yang nyaman
Kala ku terjaga
Dalam tidurku yang lelap
Pergilah sedih
Pergilah resah
Jauhkanlah aku dari
Salah prasangka
Pergilah gundah
Jauhkan resah
Lihat segalanya lebih dekat
Dan 'kubisa menilai lebih bijaksana
Mengapa bintang bersinar
Mengapa air mengalir
Mengapa dunia berputar
Lihat segalanya lebih dekat
Dan 'kuakan mengerti
Pada bagian
akhir slideshow, Lagu Rio “Rindukan dirimu” mampu membuat banyak penonton ikut
larut dan bernyanyi seraya tetap menyaksikan layar yang menyajikan photo- photo
kenangan angkatan 4.dan saya sempat melirik, banyak tholibat menitikkan airmata
sambil bernyanyi. Lagu ini juga adalah lagu yang sangat sering kami ulang
dengar bersama ketika study tour dan bahkan saat pembelajaran di kelas.
Akhirnya,
acara ditutup dengan bersalaman dengan murid dan segenap wali murid yang hadir.
Kembali..,Terisak
sesenggukan,walau senyum tetap terpasang manis dibibir kami. Pelukan perpisahan
seakan tak ingin lepas. Ucapan “semoga tetap jadi yang terbaik ya
nak”..meluncur berulang kali dari bibir saya...
Ada yang
lucu.., saat barisan tholibat paling akhir, muthiah cifa, reta dan dita didepan
saya,.. entah dapat ide dari mana,spontan saja saya berkata “Kita ketawa aja
yuk..”... spontan juga mereka menjawab ‘Yuk..” jadilah, rangkaian bersalaman
dengan siswa ditutup dengan adegan “TERTAWA SAMBIL MENANGIS ALA ORANG CUEK
BEBEK” hahaha.. masih sempat aja bercanda. Tandanya kita emang gila hehehe.
Ah..,,
sahabat kecilku, waktu sudah sangat dekat menuju hari pengumuman kelulusan.
Semua upaya
dan kerja keras telah kita lakukan.
Do’a,
tangis, tawa, canda, kelakar, tengkar,.. semua tak akan pudar dari hati kita.
Bersamamu..
Kuhabiskan waktu...
Senang bisa mengenal dirimu...
Rasanya semua begitu sempurna..
Sayang untuk mengakhirinya......
Hufht...
saya tersentak sadar.
Saya harus
pulang. Tubuh ini harus segera di rebahkan. Jika tak ingin benar-benar terkapar
kelelahan..
Saya
bangkit, meninggalkan hall rafless city hotel.
Menggendong
tas yang menggembung .
Tak ada yang
tahu selain kak ghopar, bahwa di tas saya, ada bingkisan kado dari salah
seorang siswa. Terimakasih sahabat kecilku, karena kau telah menganggapku layak
dan pantas menerima bingkisan ini.
14 Mei 2011, 23.53 WIB
Akhirnya tertuliskan juga dalam satu jam.
Sampai beberapa saat cerita ini selesai saya tulis,
sms dari mereka masih berdatangan. Isinya: salam perpisahan, minta maaf, ucapan
terimakasih, atau sekedar tanda L sebagai tanda sedih akan berpisah.
Dua minggu ke depan, adalah dua minggu mendebarkan.
Menanti keputusan kelulusan. Dan sementara itu, kebersamaan masih bia kita
nikmati. Besok, dapat undangan ikut ngumpul dan nginap di rumah salah satu
murid bersama beberapa sahabat kecil lainnya.
Huufffhttt...
J L
*****************Untuk
segenap Pembaca, anda mungkin berpikir saya terlalu sendu dan melankolis, mohon
maafkan saya, semata ini adalah ungkapan perasaan yag saya rasa lebih baik jika
saya tulis dan bagikan. Tak Pernah ada niat untuk menceritakan apa yang tak
pantas. Semoga kita semua bisa mengambil himah positif dan nilai luhur dalam
cerita ini.aamiin.****************************************************
i really really really memorized that moments .. Unforgettable really it's hard .. hope we are still together and Allah still mix up us into a great family ever then He's confronting us into his heaven together.. =)
ReplyDelete