Pages

Monday, September 12, 2011

Sajak Tapak Kaki ., Puisi Karya Lailatul Qadar


sajak tapak kaki
Karya Lailatul Qadar

telah banyak cerita teruntai..
tentang batang tubuh gemulai..

sekarang masa tiba sedikit memberi
sedikit ruang kisah untuk sitapak kaki...

tubuh boleh saja gempal gagah..
tanpa tapak kaki,apalah daya...?
wajah boleh saja dongak angkasa..
tiada tapak kaki,..ah percuma.

dia lah tapak kaki
yang selalu rela tertusuk duri
bahkan sanggup mencium tahi
agar senang diwajah pemilik hati
agar purna cita tubuh gagah menjulang tinggi

begitulah kita
apalah artiny semua bangga
tanpa ingat hal kecil nan dianggap biasa

Sahabat Kecil : Journey to Lebong By Lailatul Qadar


Sahabat Kecil
Journey to Lebong
Ini adalah catatan perjalanan saya dan beberapa sahabat kecil ke daerah ujung Propinsi Bengkulu. Lebong.
17 Mei 2011
Hari Ulang tahun saya.
Petang.
Sejak Siang saya sudah dapat SMS dan telepon dari beberapa sahabat kecil, isinya : “Ustadz, Ikut ke Lebong?”..,dan bahkan malam harinya saya dapat telepon dari salah seorang wali murid, Bunda Dhamar  (yang kebetulan anaknya sangat akrab sama saya). Beliau minta bantuan untuk menemani anak-anak yang akan berangkat ke lebong. Butuh ada yang lebih dewasa untuk menemani dan menjaga mereka selama perjalanan. Dengan kata lain: minta saya ikut ke Lebong.
Setelah beberapa kali saya pikirkan, akhirnya saya simpulkan : ini kan Hari Ultah saya, why Not?Saya Ikut. Saya mengiyakan permintaan dan ajakan mereka.
Permasalahannya Cuma satu: Besok (rabu, 18 Mei 2011), saya mesti masuk sekolah dan kerja. Namun kebetulan belum ada kelas, jadi saya nekad mengupayakan izin ke pihak struktural. Kalimatnya begini lebih kurangya, “ ustadz Adi yang baik,, ana izin besok ya.., khan ana belum ada kelas,, truss,, hari ini ana Ultah,.. ana diajak jalan kelebong sama beberapa anak. So, Boleh ya...?:(..,, anggap aja hadiah Ultah dari antum...”
Belum dapat respon dari Mr. Boss.
Sementara, saya mengiyakan ajakan anak-anak. Menyepakati jam keberangkatan.
Rabu, 18 Mei 2011
Pagi-pagi saya sudah tiba di sekolah. Begitu ketemu kepala sekolah, niat saya untuk menyampaikan hajat izin. Tapi ternyata beliau respon duluan sebelum saya tanya. Dan tentu saja: Saya diizinkan Berangkat. Tapi Cuma satu hari.....:(. Coba  bayangin, perjalanan dari bengkulu ke lebong aja makan waktu 4-5 jam.mana kuat sopirnya bolak-balik PP dlm waktu sehari saja.. hikshiks.. gimana dongg???
Hayoo putar otak lail....(!@!#%$%^&**())!(&^^!&*!(__(*&&_ simbol disebelah untuk menggambarkan proses otak saya berpikir hehehehe).
Pukul 10.00 WIB
Semua sudah berkumpul di rumah Dhamar. Siap Berangkat.
Ohya, saya belum menceritakan siapa saja yang ikut ya..
Di rombongan kami (satu mobil saja) ada Saya, Dhamar, Arief Ji’unk,Ilham  I am, Naufal fhall, nando mungill,, yafie mungill, dan Jihoo aditya. Sementara lebih pagi dari kami, Jiland mungill, Fadhli lebonk, Usman Ali, dan Aditya Laka telah berangkat lebih dulu naik angkutan Travel. Jadi total yang ikut adalah 12 orang. Satu lagi, kak Fadni, yang setia jadi driver kami. Kebetulan mobil yang kami bawa adalah mobilnya dhamar. Jadi, drivernya diamanahi oleh Ayah damar untuk menemani perjalanan ini.adapun alamat yang akan kami tuju adalah Rumah Fadli, yang terletak dipinggiran kota Lebong. Ohya, Si Fadli hari ini, 18 Mei, juga berulang tahun. Cuma sehari lebih muda dari saya yang lahir tanggal  17 Mei..(...:^_^...:)
Pukul 10.30an WIB
TAKE OFF time.
Mobil Avanza meluncur santai dari bandara Dhamar Air Force (....^_^...),,
Didalamnya, Suasana semula santai,, sekitar 15 menit perjalanan, dimulailah nuansa jalan-jalannya. Kamera dikeluarkan, makanan ringan mulai menari diujung jari, eskrim,permen, dan tentu saja, Air Mineral untuk mencegah dehidrasi selama perjalanan yang akan ditempuh selama 4 hingga 5 jam.
Sepanjang perjalanan, suasana gokil di warnai candaan-candaan lucu dan anti garing dari kami pun terlontar spontan. Mulai dari mengkritisi lagu yang diputar damar selaku operator, mencandai yafie tentang para penggemarnya, ilham dengan kalimat khas nggak jelasnya ‘tahu kan?’, hingga tenera yang khas dengan gaya jakarta gaul yang nggak lucunya. Kontan saja, perjalanan jadi terasa seru dan menyenangkan. Dan om driver, dengan setianya menjadi nakhoda mobil dengan teliti dan hati-hati. Sempat beberapa kali berhenti dipinggir jalan untuk memberi kesempatan bagi yang kelelahan untuk beristirahat sejenak.
Tiba di curup, spontan saja muncul ide untuk mampir di salah satu objek wisata terkenal di Bengkulu, Danau Mas. Disepakati, mampir sebentar untuk menikmati makan siang di tepi danau. Sampai disana, niat untuk sholat dzuhur dan ashar terpaksa dipending, karena tidak ada air bersih yang bisa digunakan. Sempat heran juga, masa diobjek wisata sekeren ini nggak ada ready stock air bersih?. Bahkan musholanya terkunci rapat.
Usai menikmati makan siang yang telah dibekali para bunda dari Bengkulu, agenda dilanjutkan dengan photo-photo dan narsis session di tepi danau. Dan, bagaimana kalau kita naik perahu saja? Semula beberapa menolak. Alasan mereka, nggak ah...ini..itu... , padahal pada bokek semua heheheh (masa traveling gak bawa duit memadai,, hahaha_buka kartu_). Tapi akhirnya bersedia juga deh naik perahu. Perahu akan mengelilingi danau satu putaran. Tidak seru kalau tanpa kejadian tidak terduga kan?? Jadilah, di tengah perjalanan mengitari danau, perahu macet. Mesin tiba-tiba saja mati. Dan kejadian tidak hanya satu kali, tapi dua kali.bisa bayangkan, gimana cemasnya, baru pertama kali naik perahu didanau mas, malah ada kejadian yang bikin deg-deg seer seperti ini. Tapi dasarnya narsis, momen diatas perahu dimanfaatkan dengan tepat dan efektif oleh kami, para coverboy (hehehe) untuk berpose dengan gaya paling keren, gokil, dan paling cool. Saya yakin, bapak pengendali perahu pasti mikir “weeww narsis bangeeett seeh ni orang-orang..!” hehhee.tapi, who cares?
Dan satu lagi, ternyata, semua momen diatas perahu, direkam oleh si yafie secara diam-diam menggunakan kamera handphonenya (walaupun video didominasi oleh sendal, kaki, pinggiran kapal, dan air hahaha)..si yafie emang pinter bikin video amatir, mana gambarnya jungkir balik, muter, miring kiri kanan, nunggit, hehehe. Benar-benar video amatir paling amatir sejagad raya hehehe._peace fie_!
Puas menikmati debar-debar perahu macet di danau mas, perjalanan pun kami lanjutkan. Menuju lebong. Perjalanan masih akan ditempuh sekitar dua jam. Masih saja, candaan dan lawakan happy terlontar dari mulut-mulut kami, meski sesekali sempat terlelap. Untung kak fani 9drivernya) nggak terlelap.Kalo terlelap, bisa bahayun hehehehe..
Pukul setengah 6 petang kami tiba di desa Tujuan. Desa Kota Agung, tempat domisili ayah dan ibu situan rumah, Fadli.
Desa ini adalah desa yang termasuk paling dekat dengan kaki bukit. Desa terujung. Suasananya asri, meski jalan rayanya sempit, namun udara segar dan keramahan cuaca langsung menyambut kami dan membuat kami tersenyum sembari menghirup udara segar pedesaan, yang tentu saja tidak didapat di perkotaan.
Desa ini dikelilingi oleh dua sungai, satu sungai besar yang membentang sepanjang sisi jalan raya menuju rumah fadli, satu lagi disepanjang bagian belakang desa. Sumber air yang cukup dimanfaatkan dengan baik oleh penduduk setempat untuk irigasi persawahan yang membentang luas dibelakang deretan rumah yang masih khas nuansa pedesaanya. Selain itu, air pegunungan juga dimanfaatkan untuk pengembang biakan ikan air tawar. Mulai dari ikan mas, nila, mujair, lele, hingga ikan patin.
Turun dari mobil, kami langsung disambut senyum ramah khas dari orang rejang, senyum ramah ibunya fadli. Kamipun langsung berbenah, madni, istirahat sejenak hingga magrib tiba.
Dan si Jiland, Usman, dan Aditya Laka serta fadli yang telah tiba lebih dulu, telah menunggu dilantai dua.
Usai sholat magrib dan makan malam, kamipun mengitari desa dengan jalan kaki, tujuan awalnya untuk beli kartu perdana. Khawatir akan keamanan anak-anak kota ini, saya pun memutuskan ikut. Sepanjang jalan menuju counter HP, saya serasa menyusuri jalan dikampung halaman saya sendiri, desa kali di Argamakmur. Bagaimana tidak, bahasa rejang yang dipakai disana sama persis dialeknya dengan bahasa rejang desa saya yang menjadi bahasa ayah ibu saya di desa.
Ohya, disepanjang perjalanan, sempat diwarnai oeh ulah iseng si Jiland yang berkata “ceweek”, “ayuk..”, pada beberapa gadis desa yang berpapasan dengan kami.
Pulang, nongkrong dihalaman sebentar, kami pun memutuskan untuk beristirahat di lantai atas. Niat awalnya sih, segera istirahat tidur. Tapi tidak jadi, agenda dilanjutkan dengan ngobrol ngalor ngidul soal ini itu. Mulai dari soal persahabatan, cinta, hingga soal hantu.. hii syerem. Dan, si nando dan i am adalah yang paling setia mendengar saya bercerita pengalaman masa lalu saat ABG seumuran mereka.
TIDURRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRR.............

19 Mei, Kamis Pagi.

Bangun, sholat subuh, ngobrol lagi, sarapan.
Perjalanan Picnic pun diimulai.
Pukul 9.30 kami pun diantar menuju sungai Air umban. Sungai dengan air jernih, dingin, dan kemiringan yang lebih dari sungai di perkotaan. Maklu, ini sungai dikaki bukit, jadi agak curam dan deras.
Kami memilih bendungan sebagai tempat mandi. Airnya tidak dalam, namun deras.
Dan ini tempat kami bakar ikan. Sebuah Gua dibawah Batu besar tepat dipinggir sunagi. Sebenarnya bukan kami yang memanggang ikan, tapi bapak yang menjadi pemandu arah kami.tega ya.. hehehe. Kami justru sibuk seru-seruan mandi disungai. Menikmati dinginnya air asli kaki bukit.
Ada cerita lucunya juga loh, saat kami memutuskan menyebrangi sungai yang agak deras, beberapa ketakutan untuk menyebrang, takut hanyut, hehehe..masuk akan memang, dikota tidak ada sungai yang sederas dan securam ini. Akhirnya, bergotong royong saya dan fadli membantu yang ketakutan untuk menyebran (maklum, saya orang kampung juga, jadi sama yang namanya sungai sudah lumayan akrab, hehe).
Acara mandi kami hentikan sejenak untuk menikmati ikan panggang yang telah matang. Ditemani nasi putih, sambal, kecap dan beralaskan daun pisang serta dedaunan lebar yang saya petik dipinggir sungai. Sungguh pengalaman makan yang alami dan enak. Masing-masing memilih posisi nyaman untuk makan. Tentu saja, dibebatuan sungai yang besar. Nikmat sekali. Alhamdulillah.
Usai mandi, phot-photo dan narsisan, kamipun pulang kembali ke rumah fadli.
Istirahat sholat dhuhur.
Perjalanan kami lanjutkan. Kali ini menuju danau picung. Kurang lebih setengah jam perjalanan dari rumah fadli. Ditempuh dengan naik mobil pick up bak terbuka milik ayah fadli.   Didanau picung, kami naik bebek-bebek. Janjinya Cuma sepuluh menit persekali naik, tapi jadi molor sampai setengah jam persekali naik.
Sepulang dari danau picung, kamipun makan siang dan berkemas. Bersiap- siap pulang ke bengkulu.
Kembali, senyum khas orang rejang mengantar kepergian kami hingga ke halaman. Sementara jiland, laka, dan usman, pulang keesokan harinya (hari jum’at).
Berbeda dengan perjalanan berangkat, kepulangan diwarnai dengan adegan mabuk-mabukan hehe. Maksudnya ada yang mabuk kendaraan. Si nando, muntah tiga ronde, diikuti yafi muntah satu kali.
Yang lucu, meski muntah berkali-kali, si nando tetap siap untuk bernyanyi mengikuti alunan dari car stereo yang diputar damar.masi ingat lagunya
“ hidup ini mahal bila dipikirkan...nanananannaa”..
Ups, satu lagi, ada yang tidur dimobil sampai ngorok.untuk menjaga perasaan, maka nama dirahasiakan.
Hehehe
Sementara arief, i am dan naufal asyik nertiga dikursi belakang dengan semua kegokilannya.
Pukul 21.30an kamipun tiba di kota bengkulu. Pemberhentian pertama adalah rumah damar. Disini saya dan damar di dro out. Saya pun akhirnya memutuskan tidak pulang kerumah, tapi menginap dirumah damar. Terlalu capek untuk bawa motor.

Sahabat kecil dan pembaca sekalian,, itulah selengkapnya laporan perjalanan piknik kami ke lebong.
Seru memang.
Sangat indah untuk di kenang.
Jadi hadiah yang sangat indah untuk saya dan fadli yang berulang tahun hanya satu hari bedanya.
Semoga kita semua bisa memetik hikmah dari cerita ini.




SAJAK UJUNG DAUN Puisi Karya Lailatul Qadar


SAJAK UJUNG DAUN
Karya: Lailatul Qadar

Kecil, lancip, rapuh..,
Nyaris tak terlihat
Nyaris tak teranggap oleh gagahnya pohon
Nyaris tak tersentuh manis dan ranumnya musim buah
Seperti selalu tak ada
Saat musim bunga bermekaran cantik ditaman mata

Ya,
Itulah ujung daun
Nyaris jauh dari segala puji puja
Karena pesonanya tersapu oleh gagahnya pohon
Karena auranya tertutup oleh cantiknya bunga
Karena manisnya terhambarkan oleh ranumnya buah.

Ya,..
Meskipun ia selalu ada
Untuk hirup udara demi nafas sang buah
Meskipun ia selalu bersedia
Untuk menahan himpitan panas sang surya
Demi tetap tegapnya pohon nan gagah

Meski  ia selalu rela
menenggelamkan  raganya di butiran butiran hujan yang kejam
demi laju segarnya bunga
meski ia rela jadi yang pertama
terombang-ambing di belai badai

tapi, ya..,
itulah dia..
dia tetap hanya sehelai kecil ujung daun..
hanya ujung daun

Jum’at penghujung tahun 2010
bedroom

Sunday, September 11, 2011

Workaholic kah..?

Bismillah...
Begini ceritanya..
Hari ini, minggu 11 September 2011.
Hari terakhir Liburan panjang.Alhamdulillah...Senang sekali karena besok akan sibuk-sibuk lagi dan kembali dengan rutinitas aktif mengajar yang menyenangkan.
Ohya, ngomong-ngomong soal Liburan Panjang, berdasarkan apa yang saya rasakan, libur lebaran tahun ini adalah libur lebaran terlama. tercepat mulai, dan terlambat selesai..bayangkan, tempat ku mengajar starrted libur sepuluh hari sebelum lebaran, dan selesai sepuluh hari ba'da lebaran.
bagi saya yang nggak bisa libur lama-lama,maksudnya nggak suka, ini adalah libur terlama dan termembosankan, walau dlm kesehariannya saya juga menikmat dikit.hhihihi
balik lagi ke topic, Workaholic adalah istilah untuk menyebutkan seseorang yang sangat menyukai pekerjaan dan bekerja. ini istilah bahasa inggris yang setara sama Shoppaholic (Hoby belanja) dan lain_lainnya.
nah, saya pribadi, sangat menyukai pekerjaan saya, dan bagi saya Libur berlama-lama sesungguhnya sama saja dengan 'mematikan' kreatifitas dan produktifitas. belum lagi efek samping liburan yang saya selalu alami (kayak penyakit ya) hehehe, MALAS.Malas mandi, malas tidur, malas mikir ...(yang terakhir jangan di percaya hehe).

tapi terlepas dari semua perasaan diatas, saya pribadi emang menyimpulkan bahwa saya adalah a workaholic. hehehe.
terserah pembaca mau nerjemahinnya gimana.
wallahua'lam.

Nb: Berhubung besok adalah the first day of work.berhubung besok kembali kepada kesibukan yang 'berlipat ganda', maka hari ini adalah hari khusus utk mempersiapkan mental dan kesehatan.

Saturday, September 10, 2011

Kapan Nyusul..?

Bismillah..

Begini ceritanya;
Barusan pulang nih. Dari acara resepsi pernikahan salah satu teman, kak Rafli. Alhamdulillah, lega dan bangga lihat salah satu teman terdekat yang sudah seperti akak sendiri bersanding di pelaminan. istrinya? cantik, berpendidikan, dan tentu saja: Akhwat sholehah.
sudah jadi tradisi, setiap ada resepsi pernikahan kita akan selalu bertemu dengan berbagai tipe teman, baik yang tua, sampai yang lebih muda.perbincangan pun mengalir, ini itu, apa kabar? dll.Biasa, Basa-Basi hehehe.

Ohya, dari banyak bahan perbincangan yang tadi saya dengar, pertanyaan inilah yang paling banyak saya dapat,:
KAPAN NYUSUL?

Entah itu basa-basi, bercanda, do'a atau olok-olok, susah saya bedakan.
Hm...Kapan Nyusul? simple question, tapi efeknya bisa dalam banget..,
- bagi yang sudah agak 'berumur' dan belum menikah, pasti rada tersinggung, atau rada kesal.
lah saya, sebenarnya sih, jujur, rada nggak enak juga dengar pertanyaan ini, apa lagi jika disampaikan dengan nada bercanda yang hampir mirip dengan mengolok-olok. dan saya, selalu tersenyum sambil jawab.
ohya, ada beberapa jawaban yang selama ini sering saya keluarkan:
1. InsyaALLAh dlm waktu dekat, doain ya..
2. May, maksudnya Maybe tomorow, may be tahun depan, nggak tahu..(jodohkan ditangan tuhan, heheh)
3. Ah, nunggu kakak/ayuk duluan deh..pamali kalo saya ngeduluin org yg lebih tua (menyerang balik, kalo pertanyaan muncul dari jombloer yg lebih tua heheh)

Nah, tadi dapat satu jawaban lagi, dari salah satu teman, katanya:

"Pernikahan itu kan bukan balap-balapan, jadi ngga perlu susul-menyusul", jawabnya sambil tersenyum..

Hmm. jawaban yang baik dan dalam banget..,,ada benarnya juga sih, ibarat membawa kendaraan, hidup kita kan sudah ada track/jalurnya masing-masing. jadi nggak perlu takut kesusul/ketinggalan. bukankah JODOH, USIA,itu semua di atur sama ALLAH..,?


Namun terlepas dari semua jawaban tadi, tentu saya berharap: semoga dalam waktu dekat, dan semoga ALLAH memudahkan jodh yang baik dan sholehah untuk saya.

Wallahua'lam.

Friday, September 9, 2011

SAHABAT KECIL ( Sepenggal kisah sang guru muda)


SAHABAT KECIL
( Sepenggal kisah sang guru muda)
by Lailatul Qadar



Baru saja berakhir,, hujan di sore ini….,,Menyisakan keajaiban indah nya pesona pelangi..,,Jangan lah berganti…..
Itu sepotong lagu dari ipang yang rasanya bagi kita semua yang sudah pernah dengar, pasti sangat memorable.,,karena nuansa persahabatan yang ada didalamnya sangatlah kental..
Namaku Lailatul Qadar, aku adalah seorang guru Bahasa Inggris di salah satu sekolah swasta di kota Bengkulu.Kisah berawal di bulan oktober 2008, ketika itu aku baru saja tiga buan lulus kuliah.di pertengahan Oktober, sebuah tawaran kerja datang untukku. Dari sebuah sekolah menengah pertama swasta di kota Bengkulu. Bukan sembarang sekolah, tapi sekolah islam terpadu. Salah seorang guru yang bekerja disana, yang kebetulan adalah teman sekelasku ketika kuliah, harus berangkat  ke Amerika, sehubungan dengan program beasiswa dua bulan yang beliau dapatkan. Dan tentu saja, sekolah tersebut membutuhkan seorang substitute teacher, alias guru pengganti.
Awalnya Aku sempat grogi mendapat tawaran dari beliau. Karena sekolah tersebut terkenal dengan kualitas dan citra positif  yang kadung melekat di hati penduduk Bengkulu. Dalam hatiku bertanya, sanggup nggak ya, ngajar disana. Sementara aku  bukanlah seorang dengan latar belakang pendidikan islami yang mumpuni, malah bisa dikatakan bodoh dalam ilmu agama.
Namun sebenarnya, dalam hati, Aku sangat tertarik dan ingin mencoba menjadi guru di sekolah itu, karena kata orang sih, itu sekolah yang keren dan canggih kala itu. akhirnya, berbekal nekat dan kemampuan serta pengalaman yang seadanya, ku bulatkan tekad untuk berkata iya, saya mau.
Pertengahan ramadhan 2008, Akupun di ajak untuk bertemu pemimpin sekolah keren itu, untuk interview dan contract taking. Namun karena sudah sangat dekat dengan libur lebaran, akhirnya masa tugasku di tunda hingga ba’da libur idul fitri.
8 Oktober 2008. Pekerjaan Baru, Ya, Bekerja secara langsung  sebagai guru di sekolah. Sekolah swasta pula.Hari pertama, hari kedua, hingga beberapa hari di minggu pertama Aku  sempat grogi, kikuk dan tidak percaya diri. Karena ternyata system islami disekolah ini sangatlah diterapkan dengan baik. Waduh, gimana caranya nih, kan aku agak preman dikit..,begitu bathinku di hari hari pertama.
Yang lebih membuatku ‘terkaget’ lagi adalah ternyata siswa-siswi disini mayoritas aktif. Dan ketika pembelajaran suasana kekeluargaan yang kental dengan nuansa santai ( dengan kondisi agak ribut) berlaku di kelas. Nuansa yang saat itu tidak akan didapat di sekolah lain, menurut ku. Adalagi yang bikin hati sempat keder, guru-guru yang mengajar disini ternyata punya panggilan yang agak asing di telingaku ketika itu, yaitu ustad dan ustadzah..,sempat dengan halus Aku meminta siswa-siswa saya cukup panggil mister atau sir saja. Tapi tidak bertahan hingga hitungan hari, mereka tetap panggil Ustad Lai. Jadilah, hingga kini namaku ada embel-embel baru didepan, yaitu ustad , yang ternyata artinya tidak sesakral yang kubayangkan. Ustad berarti Guru. (beberapa saat sebelum hingga saat itu aku berpikir bahwa ustad adalah orang yang identik dengan ceramah dan segala macam embel –embel dan atribut ke-masjid-an nya).
Kala itu, Aku di daulat menjadi guru bahasa inggris bagi kelas 7 (level pertama). Masih teringat ketika hari pertama masuk kelas, Aku langsung di hadapkan dengan anak-anak yang aktif dan bahkan cenderung hiperaktif. Mengajar pertama kali dikelas 7D, kelas paling ribut ditingkat 7..,, Aku juga masih ingat ketika itu, salah seorang siswa bertanya:
“Ustad, kan belajarnya santai, boleh gak sambil duduk dilantai?”
Saya sebelumnya sudah di beritahu oleh beberap guru bahwa tolong ciptakan suasana mengajar yang senyaman mungkin saat  dikelas.
Dengan senyum dan suara yang lantang, Akupun menjawab “ oh, Boleh kok”..
Spontan, empat orang siswa maju ke depan (kebetulan meja siswa di set letter U)dan langsung ambil posisi tiarap, sambil bawa buku catatan, mereka memperhatikanku menjelaskan (walau buku tulis yang dipegang lebih berfungsi sebagai kipas dari pada alat belajar).
Lain lagi dengan kelas perempuan, saat perkenalan mereka justru malah tertawa dengar t nama LAILATUL QADAR sebagai namaku. Mungkin mereka jarang bertemu dengan orang yang punya nama sama sebelumnya…lagi, wajahku bersemu merah kala itu.
Begitulah, hari ke hari Aku mengajar sambil tetap belajar dan menyesuaikan diri dengan semua perubahan yang ku temui..dan tak terasa juga persahabatan telah terjalin antara Aku dan civitas akademik di sana, mulai dari guru, janitor, hingga siswa-siswa kelas 7 yang kala itu masih imut-imut, polos, dan apa adanya dalam bertingkah dan berkata. Singkat cerita, Akupun sudah merasa sebagai bagian dari keluarga besar sekolah itu. Jujur, sempat ada rasa sedih ketika tahu masa tugasku sebagai guru pengganti hampir selesai..,Aku sudah kadung trisno dengan semua nuansa kekeluargaan, persaudaraan, dan khususnya nuansa islami yang tidak akan ku temui di luar sekolah itu.
13 desember 2008
Allah mendengar doaku, kabar baik dating dan membuatku tersenyum kembali.Kontrak mengajarku di perpanjang, ditambah dua bulan lagi. Tentu masih sebagai guru pengganti a.k.a penambal kebolongan, salah satu ustadzah harus cuti karena akan segera give birth of her  first daughter. Bukan main senang dan bersyukurnya ketika itu. Bersyukur karena ternyata masih mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mengajar di sekolah itu. Bersyukur karena masih mendapatkan kesempatan bersama orang-orang shaleh yang selalu tersenyum dalam segala kekeluargaan dan kesederhanaan yang ada.
Demikianlah persahabatan itu pun berlanjut (setidaknya untuk dua bulan kedepan, begitu pikir saya ketika itu)..,, hari demi hari saya lalui dengan senyum, enjoy dan semangat, walau kadang ada juga bersit emosi dan amarah yang muncul dalam kata dan laku saya ( maklum guru baru, bersemangat tapi belum stabil)..keakraban antara aku dan mereka pun terjalin semakin erat. Aku ingat ketika suatu hari seorang siswa terluka, Aku langsung di utus mengantarkan nya ke rumah sakit, dan menemani proses penjahitan lukanya, hal yang selama ini belum pernah Kualami. Ketika Aku ikut cemas saat salah seorang siswa terluka di bagian kepala dan aku ikut menemani nya di rumah sakit., ketika ada guru atau siswa yang sakit.. semakin dalam pula kasih sayangku pada mereka semua. Hal yang selama ini jarang kurasakan, bisa kudapatkan di sekolah ini.
Satu kenangan yang saku takbisa lupa dan akan selalu ingat adalah panggilan KOMANDAN yang di sematkan salah seorang sahabat kecilku (panggilanku untuk para muridku), yang kala itu masih dengan lugunya menjulukiku KOMANDAN atau lebih seing disingkat MANDAN, karena  potong rambut ku yang  jadi plontos, katanya kayak Komandan..dan hingga hari ini  pun panggilan itu masih saja dia pakai untukku. Sapaan khas yang di ikuti hormat ala militer (hormat tangan) ditambah salam cium tangan yang sangat khas. Aku tidak marah, justru Ku balas panggilannya dengan julukan JENDERAL untuknya. Philosopinya adalah dia harus jauh lebih baik dariku. Seorang Jenderal tentulah lebih hebat dari sekedar komandan. Sebuah doa untuk masa depannya, walau selalu berbalut canda dan tawa.
Pun ketika mereka tersenyum, bercanda, dan bahkan ngambek dan marah karena kecewa padaku, tak jua surutkan semangatku untuk tetap ada disana. Menyaksikan mereka tumbuh, dan turut menjadi bagian yang mengisi hari-hari mereka. Sungguh sesuatu yang berharga, indah dan berkah.
 Demikianlah kasih sayang dan keihlasan demi keihlasan yang terbalut dengan semangatku  itu pun kembali dibalas Allah dengan memberi kesempatan-kesempatan yang lainnya. Kontrak kerja ku selalu diperpanjang. Dan bahkan hingga akhir tahun ajaran 2008/2009, aku tetap dipercaya membimbing para sahabat kecilku itu. Jadilah, kebersamaan yang kami alami kontan menorehkan kenangan-kenangan manis dan berkesan yang mungkin takkan cukup bila dituliskan dalam sebuah buku.,teramat banyak kenangan kebersamaan itu, walau kadang tetap dibalut dengan pertengkaran-pertengkaran kecil dan perselisihan yang ternyata disisi lain justru semakin mendewasakan pola pikirku. Meski karakter ku (bahkan hingga kini) masih sangat kekanak-kanakan dan berbeda dengan para ustad pada umumnya..
Menginjak tahun ajaran baru, 2009/2010. Para sahabat kecilku ketika itu naik kelas, dan kami harus terpisah dalam pembelajaran di kelas, karena mereka di bimbing oleh salah seorang ustad yang juga lebih senior daripadaku.. dan aku tetap di kelas 7. Meski tidak ada tatap muka dikelas, namun interaksi itu tidak terputus begitu saja. Persahabatan tetap berlanjut, aku semakin mengerti mereka, merekapun sepertinya makin mengerti dan memahami karakter ku yang sedikit “aneh dan nyeleneh”. Tapi bukankah persahabatan zahirnya memang untuk saling memahami..?
Bulan demi bulanpun berganti, tak terasa akhir tahun ajaran 2009/2010 selesai sudah, dan para sahabat kecil itu, sudah bukan lagi kecil, mereka sudah remaja, yang secara physic malah sudah ada yang jauh lebih tinggi, dan lebih gagah dari pada saya..
Dan sekali lagi , segala keputusan ALLAH tidak pernah terbantahkan. Di akhir tahun ajaran 2009/2010, aku dihadapkan pada kondisi dimana dalam satu tahun kedepan, aku akan sendirian, karena ketiga rekan guru bahasa inggrisku meninggalkan sekolah. Ada  yang hanya setahun, ada pula yang secara permanen. tingallah aku, dan salah seorang guru yang kala itu masih stay, mencari guru baru sebagai substitute teacher. Akhirnya dua guru baru, di daulat menjadi English teachers di sekolah itu. Dan yang lebih mengejutkan, aku didaulat mengajar di kelas 9. Sebuah tanggungjawab dan beban kerja yang tidak ringan disekolah itu, menuntut integritas dan kesigapan tingkat tinggi. Saat itu rasanya saya belum siap, karena selama dua tahun belakang, aku slalu dikelas 7. Jadi sangatlah blank rasanya pengalaman berhadapan dengan tanggung jawab kelulusan 100 %, aktivitas yang sangat padat. Dan jam kerja yang mau tidak mau harus sering bertambah, sering pulang sore hingga malam, sering rapat demi perencanaan terbaik untuk kesuksesan siswa kelas 9.
Namun ada sedikit yang membuat lega, karena yang akan kuhadapi, bina dan bimbing di tahun ini adalah para sahabat kecil yang di tahun pertama mereka di Sekolah itu bersama ku. Dengan kata lain,kembali bertemu dan reunion dengan mereka, sahabat kecil yang sudah tidak lagi kecil.
Berat memang, namun berbekal tekad, keihklasan dan tentu saja, kerja keras, akhirnya Aku bulatkan tekadku, AKU HARUS BISA, sebagaimana yang terdahulu juga bisa. Allah tidak akan tinggal diam, karena selama ini dia tidak pernah tinggal diam terhadapku. Aku yakin semua pertolongan itu akan selalu ada untukku, dan para sahabat kecil, asalkan kami selalu bekerja keras, peduli, dan ikhlas dalam segalanya, maka ALLAH juga akan ikhlas akan keberhasilan kami, begitulah doa dan harapan di setiap hela nafas yang ku hembuskan setiap hari. Yang Aku wujudkan (bersama rekan dan sahabat kecil) dalam upaya dan kerja keras tanpa lelah nantinya.
Dan hingga hari ini, tak terasa sudah dua bulanan jalinan kebersamaan di tahun ajaran 2010/2011 itu ada. Dan sudah dua kali evaluasi  try out pula mereka lewati. Walau masih banyak juga yang hasilnya rendah dan cukup membuat mereka kecewa, namun aku selalu berusaha meyakinkan mereka untuk tidak putus asa, selalu ikhlas, kerja keras dan bermunajat pada ALLAH demi keberhasilan mereka, yang juga berarti keberhasilan bagiku, bagi rekan guru yang lain, bagi sekolahku, juga bagi Agamaku…
Ah.., sahabat kecilku, rasanya lima halaman ini tidaklah cukup untuk menceritakan segala kisah yang pernah kita alami,canda, tawa, marah, emosi, semua telah kita lewati bersama..
Bersamamu,….. kuhabiskan waktu,,….Senang bisa mengenal dirimu,,,,,Rasanya semua begitu sempurna, sayang untuk mengakhirinya…….,,,,   


                         ***** di dedikasikan khusus bagi semua siswa dan guru kelas 9 SMPIT IQRA’ TA 2010/2011,,, namun tulisan ini semata untuk dapat kita petik hikmah nya.SEMOGA********


 ini note FB yang saya post hampir setahun yang lalu...