Kau boleh saja membungkam mulutku
kau boleh saja memotong pangkal lidahku
kau boleh saja menulikan tatap kupingku
kau boleh saja halau langkahku
kau boleh saja cekal gerakku
boleh..
silahkan
mampu?
jika kau.
Tapi tidak dengan tintaku
tak bisa
tak berhak kau memudarkannya
tak layak kau mengeringkannya
tak bisa..
tak boleh
larang
hadang
Karena selagi tintaku masih ada
dia akan selalu bicara
untuk ungkap kata jiwa
untuk untai kisah bermakna
untuk katakan siapa yang salah
untuk lihatkan benar siapa
untuk hibur hati lara
untuk tautkan hati yang pisah
untuk merubah nasib bangsa
untuk persembah cinta pada Sang Maha
untuk bantu balutkan luka
untuk senyum dan bahagia
untuk hari esok yang lebih indah
satu mulut kau bungkam balut
sejuta kata akan terucap
lewat tinta tangan dunia.
(09 September 2011,Kamar Kosan)
No comments:
Post a Comment