Pages

Friday, September 9, 2011

DIA (Puisi Tentang Ibu) Karya Lailatul Qadar




Ini  tentang perempuan tua itu..,,
Tentang semua ketegarannya..
Tentang semua kesabarannya…
Tentang perjuangannya.

Dia bukanlah wanita sosialita,,
Yang mahir bergaya di depan kaca..
Dia takpula seorang wanita karier..
yang  selalu merasa pandai berpikir..

dia bukan pula perempuan kota masa kini…
tidak.., dia hanya seorang wanita desa,,.
Dengan segala tingkah lugu dan sahajanya…
 Dia tidak mengenal mall,,laptop, atau dunia masyuk facebook
Dia tak pula mengenal dunia canggih  sejuta tipu daya..

Ya…,, dia hanyalah seorang wanita desa..
Dengan tingkat pendidikan yang sangatlah rendah..
Dia juga hanyalah seorang perempuan desa yang tidak anggun
Dia seorang yang sangat suka berkebun…

Namun,..
Kekuatan, kesabaran, dan segala asa dan mimpinya yang luar biasa..
Membuat kilau cantiknya lebih bersinar dari sejuta wanita yang bergaya ibukota..
 Dia pula lah yang selalu ada untuk menguatkan segala asa dan semangat yang kadang goyah.



Ini juga tentang tangisannya..,
Tentang segala lembut  doanya..
Yang tanpa ku sadar,,
Telah mampu mengguncang  langit sana..
Telah mampu menghantarkan segala langkah kecilku .
Untuk kuat berlari kejar  asa,..


Dia,,..
Adalah jagoan paling jagoanku…
Yang selalu ada untuk menguatkanku..
Mengembalikan optimisme ku…
Membuatku yakin,, bahwa aku  mampu untuk maju
Lebih dari segala rasa yang aku tahu..,
Lebih dari segala tenaga yang aku punya….

Dia pula lah….
Yang selalu ada untuk menceramahiku, menasihatiku,,
Dengan segala kelemahan dan kelebihannya…

Ah,. Wanita cantik itu…
Hitam kulitnya…,,
bagiku jauh lebih putih dari sejuta wanita yang pernah ada..
kusam rambutnya,, bagiku jauh lebih mahal dari segala bintang iklan shampoo yang ada..

Dia adalah cinta tak bertepi,, palung kasih tak berdasar…
Sinar surya yang tak redup oleh malam…
Lautan kasih bersahaja,  penuh banyu cinta

Dia perempuan yang selalu ada dalam setiap sanubari..
Dia jalan terindah yang Allah titipkan ..
Agar aku dapat hirup segar udara dunia

Dia perempuan yang selalu amanah..,,
Dalam menjaga belahan jiwanya,,
Menjaga ku.,,
Lebih dari segala nyawa yang ia punya…

Ah.., rasanya takkan cukup
Segala doa  ini membalas jutaan kasihnya..
Takkan mampu segala pintar dan ilmu ini..,..
Membayar keringat, lelah, dan darahnya….

Dia.,,,
Sosok tercantik yang pernah ada..
Dia..
Ibuku.



********takkan habis segala kasih ini ibu,, takkan lelah hati dan lisan ini berdoa untukmu,, tak cukup segala ucap maaf ini membalas semua kasihmu..*************
(13/10/10, Kamar Kosan)







No comments:

Post a Comment