belakangan ini marak sekali acara lawakan di Televisi, semacam Komedi situasi, parodi, atau apalah namanya.
Sekilas acara acara seperti ini memang sangat menghibur. Lucu memang. Banyak yang menggemarinya. Dari anak muda, anak tua (emang ada?) Bapak=bapak ibu-ibu semua yang ada disini..(lah kok jadi kayak dangdutan;;:-))..Bahkan anak kecil dan balita. Semua tersenyum ketawa ngakak jungkir balik lompat tinggi kalo nonton acara lawakan di beberapa TV swasta. Hmm..sudah fitrahnya, manusia menyukai hiburan.Manusia menyukai tertawa.Sebagai cara untuk mengholangkan kejenuhan dan beban berat hidup yang ditemui sehari-hari.
Namun jika kita dalami dan pahami lagi, Ada beberapa hal yang perlu di koreksi dari acara-acara lawakan tersebut (maaf tidak menyebut contoh, karena anda pasti bisa menyebutkannya dalam hitungan kejapan mata). Apa? salah satunya adalah: Kalimat dialog yang diucapkan oleh para pelawak. Menurut saya, banyak sekali kalimat yang nadanya mengolok-olok dan menghina yang diucapkan oleh para pendukung acara lawakan tersebut.
Bagi orang dewasa tentu ini tidaklah menjadi masalah, karena sudah bisa memfilter mana yang baik dan buruk, mana yang pantas dan tidak untuk di tiru.Tapi beda halnya dengan anak-anak. seperti kita ketahui bersama, acara lawakan yang sekarang sedang marak, juga sangat di gemari oleh anak kecil bahkan balita.kadang mereka menyaksikan show Tv seperti ini tanpa pendampingan orang tua. nah, bisa dibayangkan bagaimana efeknya terhadap anak-anak.dan terbukti, banyak kalimat yang diucapkan oleh para pelawak di contoh dan dipraktekkan oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari dan pergaulannya.
Solusinya: sepertinya harus ada batasan-batasan dalam dialog dan acting para pelaku acara lawakan tersebut.
Disamping itu, pendampingan oleh orang tua sangat dibutuhkan.Supaya anak-anak bisa memfilter mana yang baik atau buruk untuk dicontoh.
Demikianlah adanya yang saya pikirkan saat ini.
No comments:
Post a Comment