SAJAK UJUNG DAUN
Karya: Lailatul Qadar
Kecil, lancip,
rapuh..,
Nyaris tak
terlihat
Nyaris tak
teranggap oleh gagahnya pohon
Nyaris tak
tersentuh manis dan ranumnya musim buah
Seperti selalu
tak ada
Saat musim bunga
bermekaran cantik ditaman mata
Ya,
Itulah ujung
daun
Nyaris jauh dari
segala puji puja
Karena pesonanya
tersapu oleh gagahnya pohon
Karena auranya
tertutup oleh cantiknya bunga
Karena manisnya
terhambarkan oleh ranumnya buah.
Ya,..
Meskipun ia
selalu ada
Untuk hirup
udara demi nafas sang buah
Meskipun ia
selalu bersedia
Untuk menahan
himpitan panas sang surya
Demi tetap
tegapnya pohon nan gagah
Meski ia selalu rela
menenggelamkan raganya di butiran butiran hujan yang kejam
demi laju
segarnya bunga
meski ia rela
jadi yang pertama
terombang-ambing
di belai badai
tapi, ya..,
itulah dia..
dia tetap hanya
sehelai kecil ujung daun..
hanya ujung daun
Jum’at
penghujung tahun 2010
bedroom
No comments:
Post a Comment