Pages

Monday, September 12, 2011

Hari ini dan nanti (to my dearest students) Karya Lailatul Qadar


hari ini dan nanti (to my dearest students)

hari ini ....
kamu tidak jahat,
hanya lugu,
kamu tidak nakal,
hanya apa adanya saja...

hari ini....
kamu mungkin tidak pakai sandal,
bajumu mungkin kau biarkan mengekor ujung ikat pinggangmu...

aku tahu,
kamu tidak nakal...
kamu hanya belum
cukup dewasa untuk
memahami indahnya
rapi dan bersih...

meski kadang kumarah
namun....
hari ini biarlah....

tapi ingat!
nanti,ketika kita tak bersama lagi,
ketika aku tak mungkin mengingatkanmu lagi,
takbisa mencerewetimu lagi...
kamu harus bisa mandiri
HARUS..

BULAN DIBALIK AWAN Puisi Karya Lailatul Qadar


BULAN DIBALIK AWAN
Karya Lailatul Qadar


tersenyum kau malu_malu..
sipu...
tak daya detak dadaku..
tatap rona merah merapuh..
wajah itu...

dibalik awan wajahmu..
setengah,
tersembul separuh mesramu..
setengah..

hei bulan dibalik awan..
wajah ayu tatap sendu..
aku tahu..
kau tersipu tatap rautku..
bumi hijau laut biru..
sehati daku dan dirimu..
bulan dibalik awan.

19 mei 2011
07.58 WIB
kota agung,lebong

BAYANG HITAM Ouisi Karya Lailatul Qadar


BAYANG HITAM
Karya Lailatul Qadar


langkahku tergesa..
gores duri dipori pori tiang tubuhku..
ini lari..ya ini lari..
secepat dan sejauh tapakku mampu..

sengal hembus nafasku..
lebih dari biji jagung besar butiran menetesi sekujur kulitku..

nanar mataku tertuju..
menjangkau tembok itu..
harap hati bersembunyi
dari jangkauan sang mata keji...

hitam,kelam,tinggi,pongah..
rupa bayangan menjejal langkahku..
sejauh mampu harus ku menjauh..
dari pekat kelam bayangan itu...

maujud kelam hitam masa lalu..


(rabu,11 mei 2011

Pesan Untuk Kupu-Kupu Kecilku (puisi Karya Lailatul Qadar)

Pesan Untuk Kupu-Kupu Kecilku
(Karya Lailatul Qadar)


Kepompong_kepompong kecilku..
Kini kau telah menjelma jadi kupu-kupu..
Kupu-kupu yang cantik..tampan.. elegan
Sudah saatnya pesonamu ceriakan dunia..
meski kau tak berniat tuk menebarkannya

kepak sayapmu mulai terbang gagah..
indah.. meski kutahu masih sangat lemah..
terbangmu sungguh ayu...
meski masih malu-malu..

kupu-kupu kecilku..
aku ingat.,,
dulu..
saat kau masih ulat..
sangat ingat..
kumal, dekil,, identik dengan kotor debu tanah..
dengan segala lugu dan lucumu..
tapi itu dulu..
saat kau masih ulat..

sekarang..
sudah waktumu terbang
berteriaklah yang lantang..
tantanglah dunia yang lancang!

Kupu-kupu ku..
Meski kau telah jauh..
Semangat dan harapku selalu untukmu..
Semangat yang akan selalu kukirim lewat doaku..
Harap agar kau selalu dalam lindungan tuhanmu..
Tuhan kita,, Rabbil alamin.

Kupu-kupuku...
Sudah semakin dekat waktu mu pergi menuju..
Seribu harap mimpi citamu..
Raih.. rengkuh..
Jangan biarkan dia lari..
Cukuplah aku yang sudah sebodoh itu dulu..

Kupu-kupuku..
Jangan lupa, pakai mata hatimu..
Lihat dan rasakan dengan jeli..
Semua apa disekitarmu...
Agar tak kau tertipu..
Agar aman selalu langkahmu..

Disini..
Doaku selalu menemani mu..
Terlisan lewat hembusan angin..
Mengalir lewat tetes hujan..
Melindungimu..
Meski dari jauh....

Pergi lah dengan cinta..
Pulanglah dengan keberhasilan cita..


(terkhusus untuk semua mata jiwaku, SMPIT Iqra’ angkatan 4)

(Bedroom, June 11 2011, 22.55 WIB)

SEUNTAI PESAN PERPISAHAN Puisi Karya Lailatul Qadar


SEUNTAI PESAN PERPISAHAN
Karya Lailatul Qadar

Sahabat..masih ingatkah  kau..
Tiga tahun yang lalu...
Ketika kaki mungil kita dengan lugunya ..
Menginjakkan tapak di gerbang istana ini..
Ketika Hati kita berkata
Ini rumah kedua bagiku

hari demi hari kita lukis....
Dengan diorama  senyum..,,tawa,...bahagia..
Dan lembar kelam pertengkaran kecil...
Hingga airmata menganak sungai di wajah-wajah lucu kita....

Masih ingatkah kau...
Ketika kita dengan manjanya bergelayut dipundak guru-guru kita..
Ketika dengan gagahnya kita mendebat
 ide besar pemikiran mereka..
Yaa,, ketika itu kita masih lugu..msh anak kecil..

Sahabat....
Hari ini aku juga ingin kau ingat..
Bagaimana dengan sabarnya...
Mereka..para guru kita..
pelita hati  dan jiwa....
Menghadapi segala tingkah polah kita..
Menyelesaikan segala permasalahan ...
Menampung semua  keluh ...

Dan satu lagi..,ketika kita mulai mengenal cinta...
Mereka dengan indahnya mengarahkan kita...
Agar langkah kita tidak tersesat..
Pada apa yg kita sebut cinta..



Hari ini, 14 mei 2011
Aku yakin...semua berusaha menahan buncah airmata..
Karena ternyata sunnatullah didepan mata
PERPISAHAN..
Ya, perpisahan..
Berat memang rasanya.. .
Masih begitu sayang kita pada istana hijau itu
Sungguh sangat  cinta kita pada wajah-wajah tulus mereka..
Namun...karena cinta yang sesungguhnya itulah ...
KITA HARUS PERGI...

Kawan.... bening airmata ini.
Tak kuasa kubendung lagi..
Ingin rasanya lebih lama hati...
Merajut  menguntai hari...

Lumrah saja bersedih kawan..
Sangat manusiawi berduka rasa..
Namun Tak perlu ragu ...
Bukankah mereka ada dihati kita..
Bukankah doanya selalu menemani setiap helai nafas kita..
Tak perlu ragu... tak perlu gelisah...
Buang semua gundah...
Pergi dan kembalilah dengan cinta....

Sahabat...bundo...,kakak...,bapak...emak,...
Ustadz dan ustadzah...
Untaian indah kisah kita..telah membuktikan bahwa...
KITA UNTUK SLAMANYA....


Puisi ini di tampilkan saat perpisahan angkatan 4 SMPIT IQRA' Kota Bengkulu
Hall Rafless city Hotel

Sabtu, 14 Mei 2011

Sajak Tapak Kaki ., Puisi Karya Lailatul Qadar


sajak tapak kaki
Karya Lailatul Qadar

telah banyak cerita teruntai..
tentang batang tubuh gemulai..

sekarang masa tiba sedikit memberi
sedikit ruang kisah untuk sitapak kaki...

tubuh boleh saja gempal gagah..
tanpa tapak kaki,apalah daya...?
wajah boleh saja dongak angkasa..
tiada tapak kaki,..ah percuma.

dia lah tapak kaki
yang selalu rela tertusuk duri
bahkan sanggup mencium tahi
agar senang diwajah pemilik hati
agar purna cita tubuh gagah menjulang tinggi

begitulah kita
apalah artiny semua bangga
tanpa ingat hal kecil nan dianggap biasa